About Us

The Philosophy

Saya, Anda, dan kita semua, adalah target potensial bagi virus akalbudi. Bahkan besar kemungkinan sekarang ini kita malah sudah menjadi korbannya hanya belum menyadarinya. Apa itu virus akalbudi? Yang disebut virus akalbudi pada dasarnya adalah meme (baca: mim).

Meme
Meme

Meme, adalah karakter dari budaya, seperti gagasan, ide, teori, penerapan, kebiasaan, lagu, tarian dan suasana hati. Meme dapat bereplikasi dengan sendirinya—dalam bentuk peniruan yang membentuk suatu budaya. Cara yang persis sama dengan penyebaran virus, hanya saja terjadi di ranah budaya.

Singkatnya, meme serupa dengan gen Richard Dawkins, dalam bukunya The Selfish, Gene yang berkembang melalui proses variasi, mutasi, kompetisi. Ia menyebar dalam bentuk ide, atau akan mati kalau gagal menyebar. Sedangkan yang bertahan hidup, akan terus menyebar dan bermutasi dalam pikiran. Sehingga meme yang mempunyai ketahanan terbaiklah yang akan menyebar dengan efektif dan memengaruhi si objek (suatu individu).

Ancient
Ancient

Tidak ada yang tahu pasti kapan meme mulai muncul, tapi kita tahu bahwa manusia purba sudah sanggup membuat peralatan, menghasilkan seni, dan melaksanakan berbagai ritual. Maka pada saat itu meme telah lahir dan terus memperbanyak diri secara non-genetik.

Sebagaimana gen, tidak semua meme ‘bersifat baik’. Karena bisa lebih gawat lagi—meme yang mendorong seseorang bunuh diri misalnya, bisa memperbanyak diri dan membuat banyak orang ingin mengorbankan diri juga! Mengerikan? Jelas.

Meme tidak pernah peduli pada kita. Karena yang penting bagi mereka adalah memperbanyak diri mereka sendiri, berjangkit laksana virus, sehingga mampu mengubah kita menjadi seperti yang disebut oleh Keith Henson sebagai ‘memeoid’, korban yang termakan habis-habisan oleh meme sampai-sampai keselamatan diri sendiri menjadi tidak penting.

Hari ini, ketika dunia sudah menjadi sebuah “kampung global,” Berkat kemajuan Teknologi Informasi dan era kebebasan informasi pasca reformasi, berbagai macam meme menyerbu akal budi kita melalui mass media yang mainstream maupun media jejaring sosial.

Kampung Global
Kampung Global

Lalu, jenis meme seperti apa sajakah yang telah banyak menyebar dan bermutasi dalam akal budi kita semua? Apakah semua sejalan dengan kepentingan kita sebagai sebuah bangsa? Atau justru lebih banyak yang menjauhkan kita dari tujuan bersama? Jawaban pastinya bisa sangat menakutkan.

Akan tetapi sebagaimana bunyi sebuah ungkapan, “Daripada mengeluhkan gelapnya malam, kenapa tidak mencoba menyalakan lilin?” Karena itulah C Radio, sebuah jaringan radio yang saat ini telah beroperasi di dua kota, yaitu di Semarang 93,4 FM dan Balikpapan 96,2 FM, bertekad menjadi agen penyebar meme Kemandirian, Innovator yang bermental penemu, dan semangat kewirausahaan.

Audience

Occupation
Occupation

Kelompok Usia

  • 20 – 40 tahun

Occupation:

  • Entrepreneur, Yunior – Senior Manager, Professionals (Eksmud) dan Mahasiswa yang secara psikografis disebut sebagai kaum High Achiever, yaitu mereka yang masuk dalam kategori “Top 10%” di kampus atau perusahaannya. Mereka adalah pribadi yang selalu update, dan tergerak untuk mengembangkan diri. Mereka gemar bekerja keras, tetapi juga sekaligus sangat menikmati hidup (Work Hard, Play Hard).

Demography

Bonus Demografi
Bonus Demografi

Sejak tahun 2012 Indonesia telah memperoleh bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2020 – 2030. Di mana rasio jumlah penduduk usial produktif sangat tinggi, sementara penduduk lanjut usia dan anak-anak (usia non produktif) sangat rendah. Sehingga, ledakan jumlah angkatan kerja tersebut sangat baik bagi perekonomian kita. Hanya saja, window of opportunity itu akan menjelma menjadi bencana, kalau besarnya jumlah generasi usia produktif tersebut tidak seimbang dengan peningkatan kualitas SDM dan ketersediaan lapangan kerja.