Sampai pertengahan abad ke- 20, para ilmuwan, dokter, atlet dan pelatih percaya bahwa tidaklah mungkin bagi manusia untuk berlari menempuh jarak  satu mil dalam waktu kurang dari 4 menit.

Orang orang telah berusaha untuk  mencapai ini sejak zaman yunani kuno. Bahkan, menurut dongeng, orang orang yunani menggunakan singa singa untuk mengejar para pelari, dengan harapan mereka akan berlari lebih cepat.

Selama berpuluh puluh tahun orang orang telah mencoba menembus batas ini tanpa hasil. Karena itu mereka menyimpulkan bahwa tidak mungkin bagi manusia untuk berlari satu mil dalam waktu 4 menit atau kurang dari itu. Dan selama lebih dari seratus tahun setiap orang percaya hal itu.

Menurut pengetahuan konvensional, secara fisiologis tubuh manusia tidak sanggup untuk berlari dengan kecepatan seperti itu. Struktur tulang kita tidak menunjang. Hambatan karena angin terlalu besar. Kekuatan paru paru kita tidak memadai. Sistem jantung kita akan tumbang sebelum batas empat menit ini dilampaui. Pokoknya ada jutaan alasan.

Kemudian ada satu orang, satu individu seorang diri, yang membuktikan bahwa dokter, pelatih, atlit serta jutaan pelari sebelumnya, yang telah mencoba dan gagal, salah dalam pendapat mereka.

Pada tanggal 6 mei 1954, Roger Bannister mampu menembus batasan itu. Ia berlari sejauh satu mil dalam waktu 3 menit 59,4 detik. Ini adalah rekor baru selama seratus tahun lebih.

Dan yang lebih mengejutkan adalah, seminggu setelahnya, ada 37 pelari mampu berlari dibawah catatan 4 menit dan dalam satu tahun setelah Bannister berlari dibawah 4 menit, ada lebih dari 300 orang yang telah berlari dibawah waktu dan rekor 4 menit.

Apa yang terjadi ?? tidak ada terobosan besar dalam pelatihan. Tidak ada yang menemukan cara mengendalikan hambatan angin nya. Struktur tulang dan fisiologi manusia tidak mengalami kemajuan secara tiba tiba.

Tetapi dalam hal ini, sikap (attitude) dan cara berpikir manusialah yang mengalami peningkatan drastic secara tiba tiba. So, the limit is you 🙂