Dilema Kualitas Perguruan Tinggi Indonesia

Pertumbuhan perguruan tinggi di Indonesia dari tahun ke tahun semakin tinggi , menyusul tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan . Namun sayangnya pertumbuhan perguruan tinggi ini tidak diikuti pula dengan peningkatan kualitas.

Hal ini menyebabkan banyaknya perguruan tinggi dari luar negeri yang berminat untuk masuk ke Indonesia dan menggarap pangsa pasar di sisni. Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi  Totok Prasetyo mengatakan tanpa adanya regulasi yang jelas kedatangan perguruan tinggi asing dapat berakibat buruk bagi perguruan tinggi dalam negeri.

Totok memaparkan, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk membangun universitas sekelas perguruan tinggi asing. Dia berharap agar masyarakat Indonesia tidak berbondong-bondong kuliah ke luar negeri dan perguruan tinggi asing. Menurut dia, dari total 4.455 perguruan tinggi di Indonesia, hanya satu persen yang sudah meraih akreditasi A.

Di sisi lain, perguruan tinggi asing belum boleh masuk ke Indonesia,  Faktor utamanya adalah ketiadaan regulasi yang mengatur hal itu. Namun, lanjut Totok, jika regulasi perguruan tinggi asing akan ditetapkan, Kemenristekdikti akan mendorong agar perguruan tinggi dalam negeri tetap bisa maju..

Lalu apa akar masalah masih rendahnya kualitias pendidikan tinggi di Indonesia ? Benarkah pendidikan tinggi saat ini berubah fungsi hanya sebagai lading bisnis semata ?

Ikuti perbincangan kita bersama pakar pendidikan UNNES Prof. Masrukhi