Banyak orang yang menghubungkan bakat dengan keberhasilan atau kegagalan. Sering banget kita dengar ungkapan seperti, ”Saya nyerah deh. Saya gak bakalan bisa. Saya gak ada bakat di bidang ini..!!”.

Dalam bukunya Talent Is Overrated, Geoff Colvin mengatakan bakat memang membuat seseorang berbeda., tapi latihan dan kerjakeraslah yang paling menentukan.

Colvin mengambil Mozart sebagai contoh. Tidak ada yang bekerja lebih keras dari Mozart. Di umur 28 tahun., ia mengalami rasa sakit yang luarbiasa di tangannya.

Tangannya nyaris cacat karena hampir sepanjang waktu ia gunakan untuk berlatih dan mencengkeram pena untuk menulis berbagai komposisi. Bahkan di Museum Mozart di kota Wina., ada sebuah tulisan Mozart yang ditujukan untuk temannya. Tulisan itu berbunyi :

”Orang berpikir sempit bila menilai keahlian saya turun begitu saja dari langit. Saya yakinkan Anda, tidak ada orang yang telah mengabdikan begitu banyak waktu untuk latihan dan membuat komposisi seperti saya. Tidak ada master terkenal yang musiknya belum saya pelajari berkali kali dengan penuh kesungguhan.”.

Contoh lain, Tiger Wood. Apakah orang yang pernah menyandang pegolf nomor satu dunia ini lahir begitu saja dengan bakatnya tanpa latihan? Ternyata Tiger Wood berlatih lebih lama dan lebih keras dari pegolf manapun. Latihan fisik di lapangan dan memukul minimal 1000 bola adalah menu latihannya tiap hari.

Michael Phelps juga contoh lainnya, perenang yang menjadi legenda olimpiade ini punya jadwal latihan yang sangat padat. Michael digenjot latihan di kolam renang sampai 2200 kali pertahun. Bahkan untuk event kejuaraan tertentu, Michael diwajibkan menempuh jarak tempuh sampai 85.000 meter per minggunya di kolam air dingin.

Jadi… masih berpikir bakat adalah segalanya ??