Memulai dengan Sederhana

Kita semua tahu, bahwa semua hal besar, dimulai dari hal kecil. Namun, “memulai” adalah tugas yang berat untuk banyak orang.

Kita sering dihantui oleh bayangan tentang kesulitan yang akan dihadapi, tantangan yang menghadang maupun banyaknya tugas yang harus dikerjakan sering membuat orang menunda-nunda apa yang seharusnya dia kerjakan. Akibatnya, waktu terus berjalan dan banyak yang tidak selesai dikerjakan.

Terkadang kita menyepelekan hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Sehingga kita tidak sadar bahwa hal-hal kecil itulah yang berpengaruh pada sebuah perjalanan. Untuk menciptakan hal-hal yang luar biasa, maka dimulai dari menciptakan hal-hal paling sederhana.

Seperti yang diungkapkan oleh filosof Yunani, Epictetus, “Tidak ada karya besar yang diciptakan secara tiba-tiba.”

Berkaca dari orang-orang besar, apa yang mereka lakukan didasari visi yang besar dan menyusunnya menjadi rencana-rencana kecil yang dapat dilaksanakan. Dengan cara ini, suatu pekerjaan yang terlihat besar dan berat menjadi lebih ringan karena telah dipecah-pecah dan disusun dalam skala yang lebih kecil. Apa yang mereka lakukan tidak pernah terjadi dalam sekejap mata. Sebuah hasil membutuhkan perjalanan yang dimulai dari langkah kecil.

“A journey of a thousand miles begins with a single step.”- Lao Tzu

Belajar dari pendiri Perusahaan Yahoo, yaitu Jerry Yang dan David Filo, mereka memulai dengan sederhana pada tahun 1994 itu. Mereka konsisten mencari dan mengoleksi tautan paper-paper riset yang ada di internet setiap harinya. Namun siapa sangka hal tersebut merupakan cikal bakal Yahoo, perusahaan yang pernah menjadi trend setter mesin pencari di internet pertengahan 90-an dan memiliki nilai triliunan rupiah.

Waktu itu mereka memiliki ide dalam membuat referensi online untuk membantu orang-orang yang sedang menyusun penelitian agar lebih mudah menemukan paper ilmiah. Langkah mereka sederhana: cari, kumpulkan, dan satukan dalam sebuah repositori online. Kumpulan data tersebut kian hari kian banyak hingga diketahui oleh banyak orang, bukan hanya di Stanford, sekolah tempat mereka menyelesaikan tesisnya, tapi di berbagai komunitas engineer di Amerika.

Tak ada diantara mereka berdua yang menyangka kumpulan mereka akan begitu bermanfaat. Mereka melakukannya dengan sederhana, menambahkan satu demi satu link di internet secara manual hingga memakan waktu 8 jam sehari, hingga saat sudah semakin ramai orang yang mengunjungi. Sampai suatu hari Sequoia Capital, sebuah Venture Capital ternama di dunia saat ini, menemukan dan memberikan pendanaan pada mereka untuk bertumbuh lebih kencang lagi.

Di awal perjalanan Yahoo, tidak ada ide yang begitu spesial dan brilian, tak ada teknologi canggih, tak ada perencanaan bisnis yang terencana dan spektakuler. Mereka hanya memulai perjalanan, menemukan apa yang mereka lakukan bekerja, di waktu yang tepat, lalu memanfaatkan momentum itu sesegera mungkin.

Memulai dengan sederhana bukan berarti sebuah kekurangan dan ketidakmampuan. Namun, kita perlu menetapkan langkah seksama dan sarana pengujian, apakah ide produk kita bekerja, dibutuhkan, dan mampu bertumbuh. Kita tak perlu malu dengan kesederhanaan langkah kita karena menunggu paripurna bukanlah syarat mutlak kesuksesan.

Menurut Senjaya, CEO iGrow, “Kesederhanaan bisa jadi merupakan sebuah efektivitas, saat memilih mana yang paling berarti tuk dimulai dan dijalani, lalu membawa hasil yang paling optimal.”