“Kurangnya passion sering kali menjadi pemisah antara kegagalan dan kesuksesan. Passion yang ada di dalam diri adalah pegangan kamu untuk menuju arah yang besar, kesuksesan.” -Donald Trump dalam bukunya Succes 101.

Mengetahui passion adalah hal yang penting menuju kesuksesan. Mengapa? Karena ketika mencintai apa yang kita kerjakan kan membuat kehidupan kita lebih menyenangkan. Bahkan ketika menemui permasalahan, dengan senang hati kita melihat permasalahan menjadi tantangan dan bukan sebagai beban berat. Passion membuat kita menikmati setiap waktu dan tenggelam dengan karya-karya yang kita hasilkan.

Steve Job (Alm.) bilang, “Mungkin banyak orang yang berpikir untuk menyerah ketika menghadapi rintangan; tetapi passion-lah yang membuat kita terus teguh berusaha.”

Ya, ketika passion telah hadir maka dapat dipastikan bahwa kita rela untuk terus berjuang hingga  berhasil.

Namun, apakah passion saja cukup untuk menjadikan kita sukses ?

Malcolm Gladwell dalam bukunya yang berjudul Outliers (2008) mengemukakan sebuah teori yang menarik, yaitu 10.000 hours of practice. Menurutnya, jika seseorang melatih sebuah skill tertentu selama minimal 10.000 jam, maka hampir bisa dipastikan orang itu akan “jago” dalam bidang tersebut. “They will master the skill,” kata Gladwell.

Gladwell mengembangkan teori ini dari hasil penelitian terhadap para pemain biola selama puluhan tahun. Dari penelitian itu, para pemain biola yang berlatih minimal 2 jam sehari selama 12 tahun (kurang lebih 10.000 jam) semuanya menjadi para maestro biola. Orang yang di pertengahan berlatih di antara 5.000 hingga 8.000 jam, sementara pemain biola yang gagal berlatih di bawah 3000 jam.

Kecerdasan ataupun kelebihan intrinsik lainnya memang diperlukan, tapi pada satu fase tertentu hal tersebut tidak akan banyak membantu. Yang diperlukan lebih utama adalah porsi latihan yang lebih sering dalam bidang apapun.

Contohnya pemain Hockey, The Beattles  yang meraih keberhasilan dalam bidangnya setelah kira-kira menghabiskan 10000 jam berlatih dengan manggung di Hamburg, lalu Bill Gates yang menghabiskan waktu melakukan programming di Goerge Washington University. Atau seperti Bill Joy, pendiri Sun Microsystem, yang mengasah kemampuan programming-nya di kampus University Of Michigan dan University of California yang memiliki akses computer terbaik saat itu.

Ini artinya, ketika kita ingin berhasil dalam bidang yang kita cintai, ada faktor penting yakni latihan yang bisa mengantarkan kita menjadi orang yang expert. Gladwell menambahkan bahwa latihan dan usaha keras dapat mengalahkan kecerdasan dan bakat.