Perlukan Perusahaan Membahagiakan Karyawan ?

Kalau Anda adalah seorang manager, mana yang Anda prioritaskan terlebih dulu, kesejahteraan karyawan atau kepuasan pelanggan ?

Jawaban dan argumen yang muncul akan bermacam macam. Tapi yang jelas, akhir akhir ini semakin banyak perusahaan yang menerapkan Employee First Culture.

Sebelum menggarap kepuasan pelanggan, mereka fokus terhadap kebahagiaan dan kesejahteraan karyawan terlebih dulu.

Mereka berprinsip bahwa karyawan yang bahagia akan lebih produktif. Google misalnya. Perusahaan yang berhasil meraih The 100 Best Companies To Work For dari majalah Fortune ini dikenal sangat “memanjakan” karyawannya.

Tapi yang menjadi pertanyaan kemudian, apakah setelah perusahaan menyediakan semua fasilitas dan kebijakan hebat buat karyawannya, motivasi dan dorongan kerja karyawan bisa mencapai puncaknya ?

Daniel H. Pink New York Times and Wall Street Journal bestselling author  mengatakan bahwa ada tiga hal yang perlu dilakukan dalam manajemen untuk mendorong motivasi kerja karyawan secara maksimal.

Pertama, “autonomy”, yaitu kemauan untuk melakukan pekerjaan dengan cara kita. Kedua, “mastery”, kehendak kita untuk membuat kemajuan dan menjadi lebih baik atas apa yang kita kerjakan. Ketiga, “purpose”, keinginan untuk berkontribusi dan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari kita.

Jadi, membuat karyawan bahagia saja tentu tidak akan memberikan hasil yang menggembirakan. Ketiga hal tadi termasuk yang perlu diberikan pemimpin selain menyediakan kebijakan dan fasilitas kerja yang hebat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here