Wealth Versus Rich

Gak tau kenapa, malam ini aku tiba tiba kangen papa. Padahal kalau dipikir pikir, kami sudah terbiasa ditinggal papa berhari hari untuk perjalanan bisnisnya. Ya, sekitar 4 tahun yang lalu, papa resign dari kantornya dan memutuskan untuk merintis usaha sendiri.

Menurut papa, gaji bulanan papa sudah tidak cukup lagi untuk mengcover kebutuhan kami. “Kita butuh revolusi..!! begitu kata papa. Dan alhamdulilah, keputusan papa memang tepat. Pelan tapi pasti, kondisi keuangan kami semakin membaik. Uang sudah bukan masalah lagi bagi kami. Meski begitu, papa selalu wanti wanti agar kami selalu bijak dengan uang. Yang selalu aku ingat, Papa pernah bilang gini,” Menjadi kaya itu bukan hanya sekedar seberapa banyak uang yang kita miliki, tetapi apa yang tersisa ketika seluruh uang kita hilang.”

Bener juga kata papa tadi. Buktinya, ada saja orang-orang yang tidak peduli seberapa banyak mereka kehilangan uang atau seberapa bangkrut usahanya, eh ujung-ujungnya mereka bisa bangkit lagi. Donald Trump misalnya. Ketika krisis ekonomi dunia di awal 90an, Trump bukan hanya bangkrut total, tapi juga punya hutang sebesar 900 juta dolar. Tapi hanya dalam waktu singkat, Trump bisa kembali berjaya.

Nah, pertanyaannya adalah, apa sih sebenarnya yang dilakukan Donald Trump sehingga dia bisa membalikkan keadaan dalam waktu sesingkat itu..?? Dalam The Wealth Paradox, Roger Hamilton menyebut orang orang seperti Donald Trump ini sebagai Wealth Creator. Yaitu mereka yang fokus pada membangun wealth foundation ketimbang sibuk melakukan money making activities. Mereka membangun reputasi, menciptakan jaringan yang kuat, membekali diri dengan ilmu, keahlian, kompetensi, dan seterusnya.

Ibaratnya, wealth foundation adalah taman kita dan uang adalah kupu-kupu yang hinggap di taman kita. Kupu-kupu bisa datang dan pergi kapan saja, sama seperti uang. Walau demikian, kupu-kupu tersebut akan terus datang dan hinggap, bahkan semakin hari semakin banyak, ketika kita berhasil membangun sebuah taman yang semakin hari semakin indah. Dengan kata lain, ketika kita terus membangun dan meningkatkan wealth foundation, lihatlah, uang dan kekayaan justru akan terus berdatangan menghampiri kita. (Yolly/CRadio)